Selasa, 29 Mei 2018

Resensi "Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin"


Kasih yang Tak Sampai



Judul Buku        : Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
Jenis Buku        : Novel
Penulis            : Tere-Liye
Penerbit          : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit     : Cetakan ke-23, Februari 2016
Kota Terbit       : Jakarta
Jumlah Halaman  : 264 halaman
ISBN              : 978-979-22-5780-9
Genre             : Fiksi




Tere-Liye lahir di Lahat, Indonesia pada tanggal 21 Mei 1979. Tere-Liye adalah seorang penulis yang hebat. Selain novel ‘Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin’, Tere-Liye juga sudah menghasilkan beberapa novel best seller,diantaranya The Gogons, Ayahku (bukan) Pembohong, Senja Bersama Rosie, dan lain-lain.
       Novel ini menceritakan kehidupan seorang Tania dan Dede yang putus sekolah dan menjadi pengamen. Mereka tinggal bersama Ibunya di sebuah rumah kardus sejak ayahnya meninggal. Hingga suatu hari mereka bertemu dengan Danar dan kehidupan berubah menjadi lebih baik. Tania dan Dede bisa bersekolah kembali, sedangkan Ibunya berjualan kue. Mereka pun dekat seperti keluarga sendiri. Suasana berubah ketika Danar mengajak Ratna, sehingga membuat Tania merasa cemburu. Kehidupan semakin memburuk saat Ibu Tania mengidap penyakit kanker paru-paru stadium IV. Setelah beberapa minggu kemudian, Ibunya meninggal. Tania dan Dede benar-benar merasa sangat sedih dan merasa sangat kehilangan meskipun masih ada Danar di sampingnya. Tania memutuskan untuk melanjutkan sekolah ke Singapura karena mendapat beasiswa atas deretan prestasi yang telah dia raih. Tania merasa sedih kembali saat mengetahui Danar menikah dengan Ratna. Tania mengerti bahwa perasaan kagumnya itu sekarang berubah menjadi cinta. Tania memutuskan untuk kembali ke Singapura dan meninggalkan seluruh ceritanya.
       Novel ini menggunakan bahasa yang tidak terlalu rumit, sehingga mudah dipahami oleh pembaca. Judul dari novel ini cukup menarik minat pembaca. Novel ini juga memberi sedikit pengalaman dan motivasi untuk pembaca.
       Dalam novel ini terdapat sedikit kelemahan, yaitu menggunakan alur maju mundur karena pada awal cerita digunakan alur mundur kemudian pada akhir cerita menjadi campuran. Hal ini biasanya membuat pembaca sedikit kurang memahami.
       Novel ini baik dbaca oleh para remaja dewasa untuk dijadikan motivasi dan pengalaman. Novel ini tidak baik dibaca oleh anak-anak karena mengandung cerita yang kurang pantas untuk dibaca anak-anak.





















Resensi oleh
Nama            : Jihan Nur Fauziyah
No. / Kelas     : 21 / XI MIA 2
Asal Sekolah    : SMA Negeri 1 Kepanjen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar