Selasa, 29 Mei 2018

Resesnsi "Misteri Benang Merah Kejahatan"


Temukan Benang Merahnya dan Kau Akan Mengetahui Kebenarannya

Judul Buku              : Misteri Benang Merah Kejahatan
Penulis                    : Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit                 : Penerbit Indoliterasi
Kota Terbit             : Yogyakarta
Tahun Terbit           : 2013
Jumlah Halaman     : 199
Penerjemah            : Sutrisno
ISBN                       : 978-602-7900-78-3
Genre                     : Fiksi
Harga                     : Rp 25.000,-




          Novel Benang Merah Kejahatan merupakan novel terjemahan dari novel karangan Sir Arthur Conan Doyle dengan judul ’A Study in Scarlet’.Penulis fiksi berkebangsaan Inggris ini selalu membuat karya karya yang menarik dan telah meraih dua penghargaan di British Academy of Film and Television Arts (BAFTA) 2011 sebagai novel yang sering diadaptasi ke dalam film dan serial televisi.Sir Arthur Conan Doyle merupakan mantan dokter dan akhirnya memutuskan untuk menjadi seorang penulis novel.Conan Doyle menjadi tokoh inspirasi dalam serial manga yakni tokoh Conan Edogawa.Meskipun beliau sudah tiada,namun karya karyanya masih diingat seluruh dunia.
          Cerita berawal dari pertemuan mantan asisten dokter bedah tentara angkatan darat yang bernama John Watson dengan seorang pria bernama Sherlock Holmes. Mereka bersepakat untuk berbagi apartemen di Jl. Baker 221 B,Kota London. Sherlock Holmes menekuni sebuah profesi yang tidak umum,dia sering melakukan percobaan di laboratorium dan melakukan berbagai percobaan yang tidak biasa kepada tubuhnya. Hal ini membuat Watson menjadi penasaran dan membuatnya terdorong untuk menyelidikinya.Ternyata, Sherlock Holmes adalah seorang detektif konsultan rahasia dengan metode observasi dan ilmu deduksi yang luar biasa.
          Suatu ketika, terjadi pembunuhan di rumah kosong dekat taman Laurinstons, Jl Brixton. Sebuah mayat laki laki ditemukan memiliki kartu nama bertuliskan Enoch J. Drebber,Cleveland,Ohio,Amerika Serikat.Hanya ditemukan noda darah di dinding bertuliskan RACHE, namun tidak ditemukan luka. Polisi bernama John Rance meminta bantuan Sherlock Holmes untuk turut melakukan penyelidikan. Selain itu, dua detektif bernama Lestrade dan Gregson juga turut andil dalam penyelidikan. Namun, mereka menemukan bukti yang berbeda beda dan menuju pada penyelidikan yang berbeda.
          Setelah melakukan penyelidikan dan observasi,Holmes menemukan bahwa pembunuhnya adalah seorang pria berumur sekitar 40 tahun dengan tinggi 180 cm. Pendapat tersebut dibuktikan dengan pernyataan John Rance bahwa di malam sebelum terjadi pembunuhan ia bertemu dengan seorang pria mabuk yang ditolongnya di daerah sekitar tempat tersebut dan sangat mirip dengan ciri yang disebutkan Holmes.
Akhirnya,Holmes menemukan pria tersebut dengan bantuan Watson. Pria tersebut bernama Jefferson Hope. Holmes menangkapnya saat dia menyamar sebagai kusir kuda. Jefferson Hope sempat melarikan diri , namun akhirnya tertangkap dan menceritakan kisah sedih di balik motifnya.
          Dalam novel karangan Doyle ini, membawa pembaca seakan akan ikut berpetualang di dalam cerita.Kisah penelusuran benang merah kejahatan yang disuguhkan membuat pembaca merasa penasaran dengan kebenaran di balik motif pembunuhan. Kejeniusan Sherlock Holmes dalam memaparkan deduksinya membuat pembaca terkagum kagum. Seperti pada kutipan percakapan Sherlock Holmes kepada Lestrade dan Gregson, “Ada pembunuhan yang telah dilakukan,dan pembunuh itu seorang laki laki. Ia memiliki tinggi badan lebih dari enam kaki, dalam usia yang sebaik baiknya, memiliki kaki kecil untuk badannya yang tinggi, memakai sepatu boot berujung persegi dan merokok Trichinopoly. Ia datang ke sini dengan korbannya naik taksi kereta beroda empat,yang ditarik oleh seekor kuda yang mengenakan tiga tapal kuda lama dan satu tapal kuda baru di satu kaki depannya.Dalam semua kemungkinan, si pembunuh memiliki wajah kemerahan dan jari jari tangan kanannya sangat panjang.Ini hanya beberapa petunjuk,tetapi mungkin bisa membantu kalian.”
          Pada novel ini banyak ditemukan kesalahan dalam penulisan tanda baca. Misalnya pada kutipan yang ada di dalam novel, yaitu  ,,Apa saja pekerjaanmu,Watson?,, .Selain itu, Karena novel ini merupakan novel terjemahan , terdapat kata sulit yang tidak mudah untuk dipahami , misalnya pada kutipan “Setiap kali aku menutup mata , aku melihat raut muka korban pembunuhan itu seperti raut muka babon yang terdistorsi.” Hal ini dapat membuat pembaca merasa kebingungan dengan maksud dari kalimat yang disebutkan.
          Novel ini sangat cocok bagi pembaca yang menyukai hal hal berbau detektif. Banyak pelajaran dan nilai nilai kehidupan yang diperoleh setelah membaca novel ini.Membaca Novel karangan Sir Arthur Conan Doylen ini dapat melatih logika dan pemahaman mengenai hal hal yang berhubungan dengan ilmiah karena disuguhkan beberapa penjelasan menggunakan istilah kimia yang makin menambah pengetahuan pembaca.




















Penulis Resensi :
Nama               : Fika Hartanti
No. / Kelas      : 15 / XI MIA 2
Sekolah           : SMAN 1 Kepanjen

Tidak ada komentar:

Posting Komentar