Selasa, 29 Mei 2018

Resensi "The Mystery of the Blue Train"


“Cobalah Untuk Memahami yang Sebenarnya, Mademoiselle. Jangan Sampai Salah”
                                                                              
Judul Buku                  : The Mystery of the Blue Train
Penulis                         : Agatha Christie
Penerjemah                  : Ny. Suwarni A.S.
Penerbit                       : PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit                : 2002
Kota Terbit                  : Jakarta
Jumlah Halaman          : 350
Genre                           : Fiksi Kriminal
ISBN                            : 979-655-588-3




            Ratu Misteri, Agatha Christie selalu menyuguhkan karya-karya kriminalnya dengan sangat apik, detail dan mengesankan. Penerima penghargaan “Anthony Award for Best Writer of the Century” pada tahun 2000 ini telah menulis lebih dari 80 kisah pembunuhan yang kebanyakan diperankan oleh Hercule Poirot dan Miss Marple sebagai detektif untuk memecahkan masalah-masalah yang muncul. Berbagai kejutan dan kesimpulan yang tidak terduga menjadi kesan akhir setelah membaca kumpulan novel Agatha Christie ini, salah satunya “The Mystery of the Blue Train.
            Kisah berawal ketika putri dari juwatan Amerika, Ruth pergi ke Nice naik kereta api biru untuk menemui mantan kekasihnya dengan membawa permata delima sebagai hadiah pemberian ayahnya. Namun, ia takkan pernah sampai di Nice karena ia terbunuh saat kereta memasuki kota Lyons dan permata-permata delima yang dibawanya hilang entah kemana. Pembunuhan ini meninggalkan rasa pedih dan dendam pada Sang Ayah mengingat ia adalah putri semata wayangnya. Sang Ayah, Tuan Van Aldin menyuruh Hercule Poirot untuk mengungkap siapa pembunuh dari anaknya tersebut.
            Katherine Grey tidak menyangka bahwa pertemuannya di kereta dengan Ruth sangat singkat dan berakhir tragis dengan meninggalnya wanita malang tersebut. Ny. Grey merupakan salah seorang saksi ketika pembunuhan itu terjadi. Bersama dengan Hecule Poirot, Ny. Grey juga berusaha mengungkap siapa pembunuh dari Ruth yang disertai perampokan perhiasan indah dan mahal itu. Dimulai dari penyelidikan tentang Tuan Derek Kattering (suami Ruth), penyelidikan tentang Comte de la Roche (mantan kekasih Ruth), kesaksian Ada mason (pelayan wanita Ruth) yang turun di Lyons atas perintah Ny. Ruth sendiri dan pertemuan Ada Mason yang tidak terduga dengan Mr. Knighton (sekretaris Tuan Van Aldin), pencarian jawaban mengapa wajah dari Ruth dirusak saat ia dibunuh dan kesaksian-kesaksian lainnya yang mereka jadikan petunjuk untuk menemukan jalan yang benar. Petualangan mereka juga diwarnai dengan munculnya arwah dari Ruth yang mencoba untuk memberitahukan siapa pembunuh sebenarnya kepada Ny. Grey. Ny. Grey percaya bahwa kemunculan arwah Ruth tersebut sebagai isyarat agar mereka tidak terjebak dalam permainan kotor dari Si Pembunuh.
            Hampir semua buku karangan Agatha Cristhie yang bertemakan thriller selalu membuat para penasaran dan tertarik untuk terus membacanya, karena mereka akan tertantang dan berfikir berkali-kali untuk membantu para detektif dalam novel-novelnya termasuk “The Mystery of the Blue Train” memecahkan sebuah masalah. Tidak hanya itu, keunggulan yang dimiliki novel ini adalah petunjuk-petunjuk yang diberikan dikemas apik namun juga tidak begitu disembunyikan. Logika dan penasaran dari para pembacanya sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah dalam novel ini.
Hanya saja, novel ini memuat beberapa kosakata asing dari Perancis yang sedikit sulit untuk dipahami oleh para pembaca yang masih awam. Contohnya seperti, Bonjour, Mademoiselle, Monsieur, Eh bien, dan lain-lain. Oleh karena itu, perlu untuk membuka kamus bahasa Perancis terlebih dahulu agar bisa mengartikan kosakata tesebut.
            Untuk kesimpulannya, karena ketelitian dalam memberikan petunjuk atau “Clue”, novel ini bisa dijadikan sebagai media pembelajaran para detektif awam yang ingin menjadi detektif handal seperti Hercule Poirot. Mereka harus bisa memandang sesuatu dengan sudut pancang yang berbeda seperti Poirot.























Biodata Penulis:                                                                                              
               
Nama               : Widiareta Safitri
Kelas               : XI MIA 2
Sekolah            : SMA Negeri 1 Kepanjen
TTL                 : Malang. 04 Januari 2001
Alamat             : Semanding RT 07/RW 04, Curungrejo, Kepanjen, Malang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar