Selasa, 29 Mei 2018

Resensi "Insya Allah Surga"


Ketika Ekonomi Berada di Atas Ideologi

 
Judul              : Insya Allah Surga
Penulis            : Ahmad Mubarak
Penerbit          : Alif Gemilang Pressindo
ISBN               : 978-602-396-054-054
Cetakan          : Pertama
Tahun terbit  : 2016
Tebal              : iv + 251
Genre             : Keluarga




__Ahmad Mubarak, dikenal dengan nama pena A. Mubarak, lahir di Cilacap, 07 September 1981. Novelis ini memulai debutnya dalam kancah sastra dengan novel "Khalifah Cinta" yang terbit pada 2014. Kemudian novel selanjutnya adalah "Sang Penakluk" yang juga terbit pada 2014. Ahmad Mubarak pernah masuk pondok MWI Kebarongan.
__Dalam novel ini diceritakan sebuah keluarga bahagia yang sangat kental nuansa islamiyahnya. Mereka adalah Pak Komad sang ayah, Saniyah sang ibu, dan satu anak perempuan bernama Salsa yang sangat periang. Ditengah-tengah kebahagiaan mereka, Pak Komad mengalami kecelakaan. Sebelum meninggal, Pak Komad memberi  amanat kepada ustaz muda, Ustaz Barqi. Pak Komad menitipkan Salsa supaya Ustaz Barqi mendidik Salsa. Namun, sekuat apapun Ustaz Barqi mencoba, hanya kebutuhan rohani Salsa sajalah yang terpenuhi. Kebutuhan fisik atau ekonominya tidak tercukupi.
__Saniyah berusaha mencari pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan Salsa dan dirinya sendiri. Saniyah tidak mendapatkan profesi sesuai apa yang diinginkannya. Saniyah dengan terpaksa mengesampingkan ideologinya demi meneruskan kehidupan. Saniyah mengorbankan kesuciannya. Saniyah berprofesi sebagai pelacur. Akibatnya, dengan  menjadi pelacur, Saniyah tidak memiliki waktu mengurus Salsa karena sibuk melayani pelanggannya.
__Salsa tumbuh menjadi anak yang pintar dan sholihah karena bimbingan Ustaz Barqi. Namun, Salsa tetap dijauhi temannya di sekolah karena citra Saniyah sebagai pelacur sudah menyebar. Salsa menjadi ranking 1 di kelas. Kepintarannya itu membuat teman-temannya iri. Dia adalah Dewi. Dewi adalah anak piatu yang rindu akan kasih sayang seorang ibu. Hal itu membuat Dewi menjadi anak namal. Dewi berusaha mencelakakan Salsa namun selalu gagal. Akhirnya, lama-kelamaan, Dewi dekat dengan Salsa. Kemudian Salsa mengenalkannya kepada Ustaz Barqi.
__Perkenalan Dewi dengan Ustaz Barqi membuat Ustaz Barqi lebih sering ke rumah Salsa. Salsa mendapatkan hidayah. Hidayah yang akan mengubah hidup ibunya. Salsa dibantu oleh Dewi yang sudah menjadi baik untuk menjodohkan Ustaz Barqi dengan Saniyah. Namun, Saniyah meninggal sebelum ijab qabul. Lalu, Salsa menanyakan kepada Ustaz Barqi perihal bagaimana ibunya di akhirat mengingat pekerjaan Saniyah begitu hina. Dengan optimis, Ustaz Barqi menjawab bahwa Saniyah Insya Allah Surga. Satu-satunya alasan adalah sebuah niat tulus untuk bertobat.
__Novel ""ini mengandung amanat yang mulia. Kita akan dibawa ke sebuah konflik yang imortal. Kita juga akan mengetahui bahwa hidup di dunia ini perlu pengorbanan. Sebagai bukti, Salsa diuji mulai dari kehilangan ayahnya, perlakuan buruk Sang ibu, dijauhi teman, dan meninggalnya Sang ibu. Setelah membaca novel ini, penulis merasa bersyukur atas keadaan yang lebih baik dari tokoh Salsa dalam novel.
__Novel berkover dominan biru ini mengandung banyak kata-kata asing. Bukan bahasa sehari-hari. Hanya kalangan berlatar pendidikan. 'Saniyah mempunyai alasan dinamis terhadap apa yang dilakukannya .... Mengakhiri hidup adalah dosa besar dan sudah pasti masuk neraka. Surga tidak pernah menginginkannya. Tetapi, melacur dengan disisipi niat bertobat sebelum akhirnya, itu bisa membuka kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nanti. Spekulasi tertinggi. Terbodoh barangkali' (halaman 17).
__Dengan demikian, novel ini sangat cocok untuk dibaca dengan mengesampingkan kekurangan novel karena isi novel yang memotivasi para pembaca sekaligus mengajari pembaca tentang bersyukur dan tentu saja menambah perbendaharaan kata.




















Penulis Resensi :
Nama               : Achmad Fauji Ridho Ismail
No. / Kelas      : 1 / XI MIA 2
Sekolah           : SMAN 1 Kepanjen















Tidak ada komentar:

Posting Komentar