Selasa, 29 Mei 2018

Resensi "The Long Journey"


Perjalanan Cinta Dua Negara Reyna dan Hoshi

Judul Buku       : The Long Journey
Pengarang         : Tanya Wu
Penerbit           : Hi-Fest Publishing
Tahun Terbit     : 2012
Jenis Buku        : Fiksi
Tebal                :X+110 halaman
Harga               : Rp 28.000,- ( pada saat buku                            ini dibeli )
ISBN                : 978-602-8538-28-2





        The long journey adalah novel romantis karya Tanya Wu. Novel ini mengisahkan tentang perjalanan cinta dua Negara Indonesia-Jepang, antara Reyna dan Hoshi yang penuh dengan dilema.
        Kisah mereka bermula ketika seorang pemuda asal Jepang bernama Hoshi Yamada, datang ke Bukit Tinggi untuk mencari keluarga dari neneknya yang masih hidup di Indonesia. Dalam pencariannya, Hoshi ditemani oleh seorang tour guide bernama Reyna. Sebenarnya, Reyna enggan menemani Hoshi. Keluarganya sangat membenci orang Jepang karena mereka telah membunuh kakeknya pada saat masa penjajahan Jepang. Namun, Reyna terpaksa melakukan tugasnya dan dimulailah perjalanan mereka di Bukit Tinggi.
Dengan hanya berbekal secarik kertas bertuliskan " Kediaman Syamsul Rizal " dalam aksara Katakana (huruf Jepang), Hoshi dan Reyna berkeliling Bukit Tinggi. Dalam perjalanannya, Hoshi mulai menceritakan tentang niatnya datang ke Bukit Tinggi untuk mencari keluarganya. Ia juga bercerita mengenai keluarganya di Jepang yang hanya tersisa kakeknya. Perjalanan tersebut membuat mereka semakin dekat. Selain itu, Hoshi yang jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Reyna, selalu memperlakukan gadis dingin itu dengan manis. Hal tersebut membuat Reyna tersipu dan benih cinta mulai tumbuh di dalam hatinya.
Namun, cinta mereka harus diuji tatkala mereka akhirnya bertemu seorang wanita tua yang mengenal kakek Hoshi. Wanita itu mengatakan bahwa Kakeknya Hoshi yang bernama Hiroshi Yamada adalah pengkhianat. Pada saat masa penjajahan jepang dulu, Hiroshi telah membunuh istrinya sendiri dan sahabatnya, yaitu Rahardi yang merupakan kakeknya Reyna. Mengetahui hal itu, Reyna pun memutuskan hubungan yang dianggapnya terlarang itu dan mereka kembali ke Pekanbaru.
 Hoshi yang terlanjur mencintai Reyna, menghampiri rumah Reyna dan berusaha meyakinkan kekasihnya. Namun, ayah Reyna tidak mau anaknya berhubungan dengan cucu seorang pembunuh dan Hoshi pun kembali ke Jepang.
Setahun kemudian, Reyna diundang oleh kakek Hoshi untuk datang ke Osaka. Di sana, kakek hoshi menjelaskan bahwa yang membunuh istrinya dan keluarga Reyna adalah para tentara Jepang. Ia sendiri tidak mengetahui itu karena ia dan putranya dipulangkan ke Jepang dengan kondisi kehilangan kedua kakinya. Penjelasan dari kakek Hoshi membuat Reyna menyadari kesalahfahamannya selama ini. Setibanya di Indonesia, Reyna langsung mengambil beasiswa kuliah postdegree di Tokyo University, tempat Hoshi kuliah sekarang. Reyna bertekad untuk menemui Hoshi dan memperjuangkan cintanya kembali.
        Menurut saya, dengan jumlah halamannya yang cukup sedikit, novel ini sangat ringan untuk dibaca. Selain itu, bahasa yang digunakan penulis juga sangat mudah dimengerti. Isi ceritanya begitu menarik, karena menceritakan kisah cinta antara dua negara, yaitu Indonesia dan Jepang. Pada beberapa bagian juga bisa ditemukan beberapa kalimat dalam bahasa Jepang yang disertai dengan cara membaca dan terjemahannya.
"はい. わたしは Hoshi Yamada です. どうぞよろしく. (Hai. Watashi wa Hoshi Yamada desu. Doozo yoroshiku, Ya, saya Hoshi Yamada, senang berkenalan dengan kamu)." — ( Halaman 7 )
Selain itu, novel ini juga membuat kita serasa dibawa ke Bukit Tinggi, karena pada beberapa halaman diselingi percakapan dengan dialek Minang yang kental.
" Diak (panggilan untuk adik dalam Bahasa Minang), kami indak tau alamek tu lai doh. Alamek tu yang joleh setek. Jalan a, nomor bara. Iko indak, eumoh Syamsul Rizal. Bukan kami indak mau bantu, Diak, tapi kami memang indak tau lai. Cubo Diak tanya jo samo orang-orang gaek,"  — ( Halaman 49 )
Tak hanya diselingi komedi, novel ini juga yang sanggup membuat pembaca tersenyum-senyum sendiri dengan keromantisan Hoshi kepada Reyna.
" Kamu tahu, selama dua hari ini, hal utama yang ada di kepala saya hanya kamu, selain keinginan besarku untuk bertemu dengan keluargaku yang lain. Jadi aku mohon Reyna, jangan membuat saya bingung dan harus bohong dengan perasaan saya. Saya belum pernah merasa seperti ini terhadap wanita manapun sebelumnya. Selama ini saya hanya terus sibuk mengurusi bisnis yang ditinggalkan Ootosan, dan merawat Kakek saja. Maka, begitu bertemu denganmu pertama kali di bandara, saya langsung yakin tentangmu. 大好きだ (Daisuki da, Aku sangat suka padamu)." — ( Halaman 44 )
        Walau memiliki banyak kelebihan, novel ini juga tak luput dari kekurangan. Menurut saya, dari segi konflik sudah bagus, hanya saja latar belakang dan masa lalu keluarga dari tokoh Reyna dan Hoshi terkesan agak dipaksakan agar memiliki kaitan. Walau cerita berakhir bahagia, namun akhir ceritanya masih terasa menggantung. Di dalam novel ini tidak dijelaskan bagaimana hubungan Reyna dan Hoshi berlanjut.
        Meski begitu, secara keseluruhan novel ini sangat bagus dan bisa menjadi pelepas stress. Novel ini juga sangat cocok untuk para penggemar novel romantis, khususnya yang berbau Jepang.
























Biodata penulis resensi
Nama Lahir               : Fivi Erviyanti
Nama Panggilan         : Fivi
Tempat, Tanggal Lahir : Malang, 19 Mei 2001
Jenis Kelamin             : Perempuan
Asal Sekolah              : SMA Negeri 1 Kepanjen  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar